Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan

36 Hari Sikat Rambut Berbual Dengan Mayat Isteri

Rabu, 18 Desember 2013


Kematian orang yang dikasihi memang sukar diterima. Bagaimanapun seorang suami di Kajang mengharungi detik sedih dalam kehidupannya dengan cara yang tidak masuk akal.

Seolah-olah menolak realiti lelaki ini terus membiarkan mayat isteri kesayangannya yang sudah meninggal dunia di rumah tanpa memberitahu sesiapa tentang kematian tersebut apatah lagi melakukan upacara pengebumian.

Selama 36 hari sebelum kelakuannya ini terbongkar, Wong Tuck Wei, 40, mendudukkan mayat si isteri, Lim Ah Tee, 42, di kerusi menghadap tingkap di bilik mereka dan menyikat rambutnya serta berbual dengan mendiang setiap hari, seperti biasa.

Kematian ini langsung tidak disedari anak tunggal pasangan berkenaan kerana bapanya memberi alasan ibunya sakit dan perlu berehat di bilik tingkat atas kediaman mereka di Taman Damai Perdana.

Segalanya hanya terbongkar selepas abang Ah Tee berkunjung ke kediaman tersebut dan terkejut dengan perkara ini lalu menasihatkan Tuck Wei melaporkannya kepada polis.

Menurut Ketua Polis Kajang, Asisten Komisioner Ab Rashid Ab Wahab,Tuck Wei membakar banyak setanggi, membuka kipas dan tingkap bilik selain meletakkan tuala basah di sekeliling tubuh mayat bagi menghilangkan bau busuk.

Apa yang menghairankan pihak polis ujarnya, tiada ulat langsung yang hinggap di badan mayat kecuali seekor kumbang.

Mayat dilaporkan sudah mereput dengan daging tertanggal daripada kulit hingga tinggal tengorak.

“Namun, keadaan rambutnya kemas dan cantik kerana disikat setiap hari,” kata Ab Rashid.

Sumber: BERITA HARIAN ONLINE
Read More..

Benarkah Satu Hari Kini Tinggal 23 Jam

Sabtu, 30 November 2013



Richard Gross, peneliti dari Jet Propulsion Laboratory, NASA menyusun model penghitungan kompleks untuk mengalkulasikan secara teoritis, bagaimana gempa bumi di Jepang, yang merupakan gempa terbesar kelima sejak tahun 1900, memengaruhi rotasi Bumi.

Memanfaatkan data dari United States Geological Survey, hasil perhitungan mengindikasikan adanya perubahan distribusi massa Bumi. Gempa Jepang telah membuat Bumi berputar sedikit lebih cepat, dan memperpendek waktu dalam satu hari hingga 1,8 mikrodetik atau sepersejuta *******

Kalkulasi yang dibuat juga menunjukkan bahwa poros Bumi bergerak sekitar 17 centimeter ke arah bujur timur. Perubahan poros ini akan membuat pergerakan Bumi sedikit berbeda. Namun itu tidak mempengaruhi posisi Bumi di ruang angkasa karena hanya kekuatan eksternal seperti gravitasi Matahari, Bulan, dan planet-planet yang mampu mengubah itu.

Seputar semakin singkatnya waktu dalam satu hari yang sudah tidak mencapai 24 jam, sebagai gambaran, akibat gempa dengan magnitude 8,8 yang terjadi tahun lalu di Chile, waktu dalam satu hari telah dipangkas sebesar 1,26 mikrodetik dan menggeser poros Bumi sekitar 8 cm.

Padahal, menggunakan kalkulasi serupa yang dilakukan setelah gempa dengan magnitude 9,1 yang menghantam Aceh tahun 2004 lalu, waktu dalam satu hari sudah berkurang sebesar 6,8 mikrodetik akibat bergesernya poros dan bentuk Bumi sekitar 7 cm.

"Rotasi Bumi terus berubah, dan tidak hanya disebabkan oleh gempa, namun juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti angin di atmosfer dan arus samudera," kata Gross, seperti dikutip dari Science Daily, 10 Mei 2011. "Bagaimana gempa memengaruhi rotasi Bumi tergantung pada skala, lokasi, dan bagaimana gempa terjadi," ucapnya.

Gross menyebutkan, dalam kurun satu tahun, waktu dalam satu hari bisa bertambah dan juga berkurang sekitar satu milidetik atau 550 kali lebih besar dibanding akibat gempa Jepang. Demikian pula dengan lempeng Bumi yang bisa bergeser sekitar 1 meter dalam satu tahun akibat berbagai gempa.

"Secara teori, apapun yang mampu meredistribusi massa Bumi akan mengubah rotasi planet Bumi," kata Gross. "Namun demikian, perubahan rotasi dan poros Bumi seharusnya tidak memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Perubahan ini sangat alami dan terjadi kapan saja. Orang-orang tidak perlu khawatir," ucapnya.

Meski telah membuat penghitungan, kalkulasi yang dibuat Gross, baik untuk rotasi dan poros Bumi, hasilnya kemungkinan akan masih berubah dengan munculnya data-data baru yang lebih akurat seputar fenomena yang terjadi di Bumi.
Read More..